Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Daerah Melalui Cerita Rakyat Digital pada Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Studi Pengembangan

  • Rr. Fadila Kusumaning Ayu
  • Silvi Puspita Sari
  • Berliana Yunarti Setiawan
  • Fifi Khoirul Fitriyah
Keywords: Revitalisasi Bahasa Daerah, Aplikasi, Hikayat Nusantara

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media cerita rakyat digital berupa aplikasi “Hikanusa” yang digunakan untuk mempertahankan Bahasa Daerah. Jenis penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D). Uji ahli dilakukan oleh dua orang yaitu, ahli Sistem Informasi dan ahli pendidikan Bahasa Daerah. Aplikasi “Hikanusa”dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi siswa sekolah dasar sehingga siswa mudah belajar bercerita menggunakan Bahasa Daerah. Harapannya jumlah generasi penutur akan bertambah mencegah dari kepunahan Bahasa Daerah. Saran untuk penelitian selanjutnya: untuk menguji efektifitas aplikasi “Hikanusa” menggunakan metode eksperimen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, A. (2019). Penggunaan Permainan Bahasa untuk Meningkatkan Aktifitas Siswa kelas IV A SD Negeri 01 Metro Pusat. Child Education Journal, Vol 1(1), 26.https://doi.org/ 10.33086/cej.v1i1.1052

Bennett, S., Maton, K., & Lisa Kervin. 2008. The “digital natives” debate: Acritical review ofthe evidence. British Journal of Educational Technology,39(5), 775–786.https://doi.org/ 10.1111/j.1467-8535.2007.00742.x.

Darwis, M. (2011). Nasib Bahasa Daerah di Nusantara. Jakarta: Researchgate.

Fitriani, R., & Tajuddin, M. (2016). Desain Sistem Informasi Sekolah BerbasisAndroid. Matrik,16(1), 12–21.

Hew, K. F. dan Brush, Thomas. (2007). Integrating technology into K-12 teaching andlearning:current knowledge gaps and recommendations for future research. Education TechResearch Dev.

Kemendikbud. (2018). Pengutamaan Penggunaan Bahasa Negara. Jakarta:Kemendikbud. Kompas.com, “Tahun 2016 Pengguna Internet di Indonesia Capai 132 Juta,”Accessed: 26November 2017.

Kramsch, Claire. (1998). Language and Culture. Oxford: Oxford Unvesity Press.Lewis, M. Paul (ed). (2009). Ethnologue Languages of World. Sixteen edition.Dallas, Tex: SIL Internasional.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Tootell, H., Freeman, M., & Freeman, A. (2014). Generation alpha at theintersection oftechnology, play and motivation. In Proceedings of the AnnualHawaii International Conference on System Sciences(hal. 82–90). IEEE.https://doi.org/10.1109/HICSS. 2014.19.

UNESCO. (2001). Information and Communication Technology in Education: Acurriculum forschool and programme of theacher development. Eds, J.Anderson and T Van Weert.UNESCO, Paris.

Zamzani. 2014. Eksistensi Bahasa Dalam Pendidikan Berbasis KeragamanBudaya. JurnalDialektika, Vol. 1 (2), 225-244.

Published
2019-12-30
How to Cite
Kusumaning Ayu, R. F., Puspita Sari, S., Yunarti Setiawan, B., & Khoirul Fitriyah, F. (2019). Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Daerah Melalui Cerita Rakyat Digital pada Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Studi Pengembangan. Child Education Journal, 1(2), 65-72. https://doi.org/10.33086/cej.v1i2.1356