Main Article Content

Elisabeth Christiana

Abstract

ABSTRAK : Kekerasan terhadap anak bisa terjadi kapan saja dan dimana saja termasuk pada saat di rumah, tempat bermain bahkan di sekolah. Padahal sekolah merupakan tempat dimana anak menerima  pendidikan  moral,  etika  dan  akademik,  bahkan  menjadi  rumah  kedua bagi  anak. Namun,  kenyataannya  justru  di  sebagian  sekolah  terjadi  kasus  kekerasan. Baik  yang  dilakukan  oleh  teman  sepermainan,  senior,  guru  atau  penjaga  kebersihan sekolah.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengungkap  bentuk  kekerasan  yang  terjadi disekolah,  Mengungkap  faktor-faktor  yang  melatarbelakangi  kekerasan  di  sekolah, Mengungkap   dampak   tindakan   kekerasan   di   sekolah,   mengungkap   upaya   yang dilakukan  sekolah  dalam   menangani  kekerasan  di  sekolah. Penelitian ini   adalah penelitian  deskriptif  kuantitatif,  data  diperoleh  melalui  penerapan  sejumlah  teknik pengumpulan  data  dan  dianalisis  dengan  menggunakan rumus statistik deskriptif  dan analisis  naratif untuk dapat  memberikan deskripsi tentang  hal-hal  yang  menjadi  fokus penelitian  ini. Subyek  penelitian  adalah  siswa-siswa  SDN  Kebaraon  1  Surabaya sebanyak 50 siswa. Hasil penelitian  ini didapatkan  bahwasanya, 1)Faktor-faktor yang melatarbelakangi  munculnya kekerasan  di  Sekolah Dasar  berasal dari seringnya melihat  pertengkaran  di  lingkungan  melihat  adegan  pertengkaran  di  TV  ,meniru kalimat  didalam  TV,suka  dianggap  sebagai  jagoan, 2)Dampak  tindak  kekerasan meliputi  takut  mengunkapkanm  pendapat  di  kelas  memilikiki  luka  fisik  tidak  berani memulai  pembicaraan  dengan  teman  tidak  mempunyai  teman  di  sekolah, 3)Upaya yang dilakukan sekolah  dalam  menangani  kekerasan  di  sekolah  meliputi  mendapat hukuman  dari  guru,  mendapatkan  pelajaran  tentang  larangan  melukai  teman,  guru mencontohkan perilaku baik, tidak pernah melanggar aturan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian  tersebut,  maka  sebaiknya  sekolah  berupaya  memberikan  layanan  preventif bagi  siswa untuk mengurangi  perilaku  kekerasan  disekolah  dan  sekolah  memeberikan intervensi bagi siswa korban kekerasan di sekolah.


ABSTRACT : Violence against children can occur anytime and anywhere, including at home, playgrounds and even at school. Whereas school is a place where children receive moral, ethical and academic education, and even become a second home for children. Namn, the fact is that in some schools violence cases occur. Whether done by a gamemate, senior, teacher or school janitor.This study aims to uncover the forms of violence that occur in schools, reveal the factors underlying the violence in schools, reveal the impact ofviolence in schools, reveal the efforts made by schools in dealing with violence in schools. This research is quantitative descriptive research, data obtained through the application a number of data collection techniques and analyzed using descriptive statistical formulas and narrative analysis to be able to provide a description of the things that are the focus of this study.The research subjects were 50 students at Kebaraon 1 Surabaya Elementary School. 1) Factors underlying the emergence of violence in elementary schools stem from the frequent viewing of quarrels in the environment watching scenes of contention on TV, imitating sentences on TV, like being considered a hero, 2) The impact of acts of violence includes fear

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Christiana, E. . (2019). Identifikasi Bentuk kekerasan dan Penangannya di Lingkungan Sekolah Dasar. Child Education Journal, 1(2), 58–64. https://doi.org/10.33086/cej.v1i2.1368
Section
Articles
Pelecehan, Anak, Sekolah

References

Agustin, M. (2008). Mengenali dan memahami dunia anak. Bandung: Lotus.

Alwasilah, A. C. (2015). Pokoknya studi kasus pendekatan kualitatif. Bandung: Kiblat Buku Utama.

Banks, R. (1997). Bullying in school. Diakses dari http://www.eric.ed/educational_researchjournal_article/downloads.pdf (27 Oktober 2008).

Burreau of Exceptional Education & Students Services. (2011). Child abuse prevention sourcebook for florida school personnel: A tool for reporting abuse and supporting the child. Florida: Florida Department of Education.

Coloroso, B. (2006). Penindas, tertindas, dan penonton: Resep memutus rantai kekerasan anak dari prasekolah hingga SMU. Jakarta Serambi Ilmu Pustaka.

Elliot, M. (ed). (2008). Bullying, a practical guide to coping for schools, 3rd edition. London: Pearson Education in association with Kidscape.

Espelage, D.L. (2002). Bullying in early adolescense. Diakses dari http://www.athealth.com/Consumer/disorders/bullying.html (15 Juni 2007)

Fitriyah, F. K. (2018a). NARCISSISTIC PHENOMENON OF COMMUNITY STUDENTS IN SURABAYA. The 1st International Conference on Techopreneurship and Education 2018, (2010), 166-169.

Fitriyah, F. K. (2018b). Reducing Aggressive Behavior Using Solution - Focused Brief Counseling (Sfbc). JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), 2 (2), 34–39.

Fitriyah, F. K. (2019). Pengaruh Perilaku Agresif pada Anak Usia Dini terhadap Kecemasan dan Empati. Education and Human Development Journal, 3 (1), 96 – 102. https://doi.org/https://doi.org/10.33086/ehdj.v4i1.1088

Fitriyah, F., & Purwoko, B. (2018). Youth narcissistic and aggression: A challenge for guidance and counseling service in University. 173(Icei 2017), 109–111. https://doi.org/10.2991/icei-17.2018.29

Gunawan, H. (2007). Tindakan kekerasan di lingkungan sekolah. Artikel pada Pikiran Rakyat (05 Juli 2007).

Hyman, I.A. & Snook, P.A. (1999). Dangerous schools: What we can do about physical & emotional abuse of our children. Philadelphia: Jossey-Bass.Komite Perlindungan Anak Indonesia. (2015)

Elisabeth Christiana, Universitas Negeri Surabaya