The role of environmental factors on disease and transmission of infectious diseases
Main Article Content
Abstract
Infectious diseases remain a major global health problem, with environmental factors playing a significant role in the transmission and burden of disease, especially in densely populated areas. This literature review aims to evaluate the impact of environmental factors on infectious diseases. Data were collected from previous studies through platforms such as Google Scholar. The results showed that poor environmental conditions such as air pollution, lack of access to clean water, inadequate sanitation, and poor waste management contribute to increased incidence of diseases such as ARI, tuberculosis, and diarrhea. The studies analyzed highlighted significant associations between these environmental factors and health outcomes. This review underscores the need for targeted interventions to improve environmental conditions and reduce the burden of infectious diseases in communities. By understanding the relationship between environmental factors and disease transmission, we can develop effective prevention strategies to reduce exposure to pathogens and improve public health.
Downloads
Article Details
Copyright (c) 2024 Rizki Muhammad Gifari, Arina Azmina Ahmad Zubir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ariano, A., Bashirah, A. R., Lorenza, D., Nabillah, M., Apriliana, S. N., Ernawati, K., et al. (2019). Hubungan faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ispa) di desa talok kecamatan kresek. Jurnal Kedokteran Yarsi, 27(2), 076–083. DOI: https://doi.org/10.33476/jky.v27i2.1119
Bangun, H. A., Nababan, D., et al. (2020). Hubungan sanitasi dasar dengan kejadian diare pada balita di desa durian kecamatan pantai labu kabupaten deli serdang. Jurnal Teknologi Kesehatan dan Ilmu Sosial (Tekesnos), 2(1), 57–66.
Damanik, H. D. L. (2021). Kondisi sanitasi rumah dengan kejadian infeksi pernafasan atas pada balita di kota palembang. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 1(1), 35–40. DOI: https://doi.org/10.36086/salink.v1i1.1124
Fauziyah, Z., & Siwiendrayanti, A. (2023). Kondisi sanitasi dasar dengan kejadian diare. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 7(3), 430–441. DOI: https://doi.org/10.15294/higeia.v7i3.65317
Hasibuan, K. (2024). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah puskesmas kahean kota pematang siantar [Doctoral dissertation, UIN Surmatra Utara Medan].
Herawati, H., Rahman, H. F., & Alfani, E. M. (2023). Studi hubungan personal hygiene dengan kejadian diare di puskesmas panarukan, kabupaten situbondo. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, 4(3), 191–202. DOI: https://doi.org/10.33650/trilogi.v4i3.6465
Ismiati, A. T., & Wijayanti, Y. (2021). Kondisi kamar hunian, sanitasi dasar, dan keluhan kesehatan di asrama mahasiswa. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(1), 101–113.
Leky, A. S., Setyobudi, A., & Nabuasa, C. D. (2022). Hubungan antara kondisi sanitasi rumah dan perilaku penghuni dengan kejadian ispa pada balita di desa kayang kabupaten alor. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 215–229. DOI: https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v1i3.1088
Lestari, I. M. T., Nuroktaviany, F., Fajar, I. A., & Ogawa, K. D. (2024). Pemulihan dampak pence- maran udara bagi kesehatan dan angka harapan hidup masyarakat indonesia. Jurnal Ilmiah Kajian Multidisipliner, 8(12).
Mardianti, R., Muslim, C., & Setyowati, N. (2020). Hubungan faktor kesehatan lingkungan rumah terhadap kejadian tuberkulosis paru (studi kasus di kecamatan sukaraja kabupaten seluma). Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 9(2), 23–31. DOI: https://doi.org/10.31186/naturalis.9.2.13502
Martinez, L., Verma, R., Croda, J., Horsburgh Jr, C. R., Walter, K. S., Degner, N., Middelkoop, K., Koch, A., Hermans, S., Warner, D. F., et al. (2019). Detection, survival and infectious potential of mycobacterium tuberculosis in the environment: A review of the evidence and epidemiological implications. European Respiratory Journal, 53(6). DOI: https://doi.org/10.1183/13993003.02302-2018
Nurhayani, N., Alya, R., Ringkat, G. H. F., & Barella, Y. (2024). Dinamika kependudukan dan dampaknya terhadap lingkungan. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(2), 236–244. DOI: https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i2.2637
Pakpahan, E. L. E., & Pakpahan, E. H. (2023). Management pengelolaan dampak lingkungan kegiatan pabrik es dan cold storage di kabupaten pesisir selatan sumatera barat. Agriprimatech, 6(1), 106–115.
Paneo, F. D., Irwan, I., Jusuf, M. I., Kadir, S., & Paneo, I. (2023). Environmental health factors associated with the incidence of acute respiratory infection in toddlers. Journal La Medihealtico, 4(1), 63–74. DOI: https://doi.org/10.37899/journallamedihealtico.v4i1.830
Prajwalita, M. K. (2016). Pengaruh sanitasi rumah dan polusi udara terhadap kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ispa) pada balita di kecamatan ngariboyo kabupaten magetan. Swara Bhumi e-Journal Pendidik Geogr FIS Unesa, 4(1).
Prüss-Ustün, A., Bartram, J., Clasen, T., Colford Jr, J. M., Cumming, O., Curtis, V., Bonjour, S., Dangour, A. D., De France, J., Fewtrell, L., et al. (2014). Burden of disease from inadequate water, sanitation and hygiene in low-and middle-income settings: A retrospective analysis of data from 145 countries. Tropical medicine & international health, 19(8), 894–905. DOI: https://doi.org/10.1111/tmi.12329
Qian, H., & Zheng, X. (2018). Ventilation control for airborne transmission of human exhaled bio-aerosols in buildings. Journal of thoracic disease, 10(Suppl 19), S2295. DOI: https://doi.org/10.21037/jtd.2018.01.24
Rahayu, S. (2012). Pengaruh lingkungan fisik terhadap kejadian tb paru.
Ramayanti, F., Nurfadhilah, N., Srisantyorini, T., & Ernyasih, E. (2022). Gambaran pelayanan klinik sanitasi pada penyakit ispa dan tuberkulosis di masa pandemi. ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL, 3(1), 11–20. DOI: https://doi.org/10.24853/eohjs.3.1.11-20
Rasyidah, U. M. (2019). Diare sebagai konsekuensi buruknya sanitasi lingkungan. KELUWIH: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 1(1), 31–36. DOI: https://doi.org/10.24123/kesdok.V1i1.2485
Suprijandani, S., Thohari, I., & Narwati, N. (2024). Pendampingan keluarga penderita tb paru dalam meningkatkan sanitasi rumah di wilayah kerja puskesmas driyorejo kabupaten gresik. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 146–152. DOI: https://doi.org/10.53770/amjpm.v4i1.369
Susanti, N., Rasyid, Z., Hasrianto, N., Redho, A., & Fadhli, R. (2024). Analisis penyakit diare di desa cipang kiri hulu dan faktor lingkungan fisik yang mempengaruhinya. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(3), 374–381. DOI: https://doi.org/10.14710/jkli.23.3.374-381
Tanjung, N., Auliani, R., Rusli, M., Siregar, I. R., & Taher, M. (2023). Peran kesehatan lingkungan dalam pencegahan penyakit menular pada remaja di jakarta: Integrasi ilmu lingkungan, epidemiologi, dan kebijakan kesehatan. Jurnal Multidisiplin West Science, 2(09), 790–798. DOI: https://doi.org/10.58812/jmws.v2i09.629
Rizki Muhammad Gifari
Arina Azmina Ahmad Zubir