DETERMINAN KEJADIAN BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUMBULSARI KABUPATEN JEMBER

Authors

  • Farida Wahyu Ningtyias Universitas Jember
  • Dian Septiawati Endariadi Universitas Jember
  • Ninna Rohmawati Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.33086/mtphj.v4i2.839

Keywords:

Determinan, Balita, Bawah Garis Merah (BGM)

Abstract

Balita Bawah Garis Merah (BGM) merupakan hasil penimbangan berat badan balita yang dititikkan dalam kartu menuju sehat (KMS) berada di bawah garis merah. Studi pendahuluan yang telah dilakukan bahwa jumlah balita BGM di Puskesmas Mumbulsari adalah 178 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kejadian balita bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Mumbulsari Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini menggunakan Simple random sampling (63 balita BGM). Hasil penelitian yang telah dilakukan pada ibu/pengasuh balita yang meliputi karakteristik balita adalah 41,3% (12-24 bulan), 55,6% perempuan, 71,4% tidak BBLR, karakteristik ibu meliputi pendidikan ibu 96,8% tamat SD/MI/SMP/MTS, 76,2% tidak bekerja, 79,4% pengetahuan cukup, karakteristik keluarga 98,4% ayah bekerja, pendapatan keluarga 98,4% (<UMK), jumlah anggota keluarga 68,3% (≤4 jiwa). Pola asuh meliputi pemberian kolostrum 76,2%, pemberian asi-ekslusif 61,9%, pemberian MP-ASI secara tepat 55,6%. Sanitasi dan yankes yang meliputi cuci tangan 92,1%, cuci alat makan dan minum 74,6%, akses air bersih 100% sumur, sumber air minum menggunakan sumur 93,7%, status imunisasi lengkap 77,8%, pelayanan kesehatan mengunjungi praktek bidan 79,4%, akses pelayanan mudah menjangkau 90,5%. Tingkat konsumsi makanan berada pada defisit tingkat berat dengan jumlah energi 85,7%, protein 57,1%, karbohidrat 93,7%, dan lemak 74,6%. Tidak ada infeksi 79,4%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Departemen Kesehatan R. I. Panduan Penggunaan KMS Balita bagi Petugas Kesehatan. Jakarta : Depkes RI. 2000.

WHO. UNICEF-WHO-The World Bank Joint Child Malnutrition Estimates. 2012.

Sediaoetama, A. D. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta: PT. Dian Rakyat. 2012.

Made, A.A., Sudargo, T., Gunawan, I. M. A. Hubungan Pola Asuh dan Asupan Gizi Terhadap Status Gizi Anak Umur 6-24 Bulan di Kelurahan Mengampang, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Jurnal Sains Kesehatan, 2004. 17(4). p.483-491

Hasdianah, S. S., & Peristyowati, Y. Pemanfaatan Gizi, Diet dan Obesitas. Yogyakarta : Nuha Medika. 2014.

Hadi, S. Jawa Timur Tempati Posisi Kedua di Indonesia Untuk Kasus Balita Gizi Buruk tahun 2015. Surabaya: Tribunnews. 2016. [Serial Online] Surabaya.tribunnews.com [15 April 2018]

Solichah, Z. Balita Jember di Bawah Garis Merah KMS Capai 1750 Anak. Artikel Kesehatan Antara Jatim. Jember: Antara Jatim. 2017. [Serial Online]. https://jatim.antaranews.com [6 April 2018]

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Data Balita BGM puskesmas kabupaten jember. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Bina Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat. 2017.

Novitasari, D. Faktor-faktor Risiko Kejadian Gizi Buruk Pada Balita yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang: Program Pendidikan Sarjana Kedokteran. 2012.

Rosela, E., Hastuti, T. P., Triredjeki, H. Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun di Kelurahan Tidar Utara Kota Magelang. Jurnal Keperawatan soedirman, 2017. 12(1). p.27-37

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2010.

Pantadianan, E., Umboh, A., Warouw, S. Hubungan Status Gizi dan Berat Lahir Pada Anak Usia 2-3 Tahun. Jurnal e-Clinic, 2015. 3(1). p. 118-123

Damanik, M. R., Ekayanti, I., Hariyadi, D. Analisis Pengaruh Pendidikan Ibu Terhadap Status Gizi Balita di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Gizi dan Pangan, 2010. 5(2). p.69-77

Khotimah, H., & Kuswandi, K. Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Status Gizi Balita Di Desa Sumur Bandung Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak Tahun 2013. Jurnal Obstretika Scientia, 2014. 2(1). p.146-162

Labada, A., Ismanto, A., Kundre, R. Hubungan Karakteristik Ibu dengan Status Gizi Balita yang Berkunjung di Puskesmas Bahu Manado. Jurnal Keperawatan, 2016. 4(1). p.1-8

Persulessy, V., Mursyid, A., Wijanarka, A. Tingkat Pendapatan dan Pola Makan Berhubungan dengan Status Gizi Balita dim Daerah Nelayan Distrik Jayapura Utara Kota Jayapura. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 2013. 1(3). p.143-150

Nurapriyanti, I. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Posyandu Kunir Putih 13 Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo di Kota Yogyakarta. Skripsi. STIK Aisyiyah Yogyakarta: Program Studi Ilmu keperawatan. 2015.

Yafelli, D. P., & Muqsith, A. Hubungan Riwayat Pemberian Kolostrum Dengan perkembangan Bayi Di Puskesmas Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Jurnal Lentera, 2015. 15(13). p.12-15

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi dan Analisis ASI Eksklusif. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014.

Kalsum, U. Hubungan Umur Pemberian Pertama Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Status Gizi Anak 7-36 bulan. Jambi Medical Journal, 2015. 3(2). p. 85-99

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013.

Hidayat, T. S. dan Fuada, N. Hubungan Sanitasi Lingkungan, Morbiditas dan Status Gizi Balita di Indonesia. Journal of Nutrition and Food Research, 2011. 34(2). p. 104-113

Vindriana, V., Kadir, A., Askar, M. Hubungan Kelengkapan Imunisasi Dengan Status Gizi Pada Balita Usia 1-5 Tahun Di Kelurahan Watonea Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna. Jurnal Keperawatan, 2012. 1(2). p. 177-184

Ma’arifat. Analisis Hubungan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Dengan Status Gizi Anak Batita. Tesis. Institut Pertanian Bogor: Penelitian Program Pasca Sarjana. 2010.

Mufidah, N. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita Di Desa Baturetno Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Tahun 2014. Skripsi. STIKES Aisyiyah Yogyakarta : Program D IV Bidan Pendidik. 2014.

Supariasa, I. D. N., Bakri, B., Ibnu, F. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC. 2016.

Diniyyah, S. R., & Nindya, T. S. Asupan Energi, Protein dan Lemak dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Suci Gresik. Jurnal Amerta Nutrition, 2017. 1(4). p. 341-350

Fransiska, M., Rina., Sanggara, V. O., Gustin, R. K. Hubungan Status Gizi, Status Imunisasi dan ASI Ekslusif Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Balita. Jurnal Kesehatan STIKes Prima Nusantara Bukittinggi, 2015. 6(2). p.8-13

Published

2020-09-25

How to Cite

Ningtyias, F. W., Endariadi, D. S. E., & Rohmawati, N. R. (2020). DETERMINAN KEJADIAN BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUMBULSARI KABUPATEN JEMBER. Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), 146 - 158. https://doi.org/10.33086/mtphj.v4i2.839