Analyzing Of Under Five Children Aspect To Acute Respiratory Infection Disease (ARI) In Indonesia: Meta-Analysis 2015-2020

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Swara Mega Hasanah

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the health problems that exist in developing and developed countries. The proportional mortality rate (PMR) due to ARI in children under five in the world is 16%, two-thirds of deaths are infant deaths. The mortality rate is very high in infants, children and the elderly, especially in developing countries. The purpose of this study was to analyze the intrinsic risk factors for the characteristics of children under five in Indonesia. The method in this study uses meta-analysis, which is a statistical method that combines several (two or more) research results quantitatively by looking for effect size values or summaries using JASP software version 0.9.2. Sources of data in this study came from Google Scholar, Science Direct, and Pubmed then sorted according to inclusion and exclusion criteria and obtained 37 research articles. The result of the meta-analysis that has the highest risk factor for the variable characteristics of children under five is the nutritional status variable with a pooled PR value of e0.30 = 1.350 (95% CI 0.03 – 0.58), then the variable age under five with a pooled PR value of e0.16 = 1.174 (95% CI -0.40 – 0.72) and the lowest variable for the characteristics of children under five was found in the sex of children under five with a pooled PR value of e0.08 = 1.083 (95% CI -0.04 – 0.19). The conclusion from the results of the meta-analysis that has the highest level of risk is the nutritional status of children under five, age of toddlers, and gender. It is hoped that the puskesmas can make efforts to control the risk of ARI occurrence in toddlers by conducting periodic counseling.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Hasanah, S. M. (2022). Analyzing Of Under Five Children Aspect To Acute Respiratory Infection Disease (ARI) In Indonesia: Meta-Analysis 2015-2020. Medical Technology and Public Health Journal, 6(2), 177–184. https://doi.org/10.33086/mtphj.v6i2.3371

References

  1. Abdillah, Muhammad Rizwan, Ridha Hayati, dan M. Bahrul Ilmi. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Rawat Inap Berangas Kabupaten Barito Kuala Tahun 2020. [Dipl thesis]. MAB: Universitas Islam Kalimantan.
  2. Afriani, Beta. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ispa pada balita. Cendekia Medika. May:5(1): 1-5. DOI: https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v5i1.8
  3. Agusta, M. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Yang Berkunjung Ke Puskesmas Calang Kecamatan Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya [Msc thesis]: Universitas Teuku Umar Meulaboh.
  4. Aisah, Siti, Miswan A Y, Rafiudin. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyakit ISPA Pada Anak Balita Desatinombo Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Kolaboratif Sains. Vol. March 7:1(1): 91-97.
  5. Amin, M, Heru L, dan Sutriyati. (2020). Analisis Faktor Risiko Kejadian ISPA Pada Balita. Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan. Vol. Jun 9:12(2):73-79.
  6. Aruna, S, M Bodke YD, Chandrashekar A. (2013). Antioxidant and in vivo anti-hyperglycemic activity of muntingia calabura leaves extracts. Scholars Research Library: Der Pharmacia Lettre. Vol. May: 5(3)427–435.
  7. Aziz, N. L. (2019). Hubungan Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Desa Guyung Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi [Msc thesis]. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.
  8. Bungsu, AR, Meilya FI, Nuning II. (2015). Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dan Kebiasaan Merokok Keluarga Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Desa Terantang Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala. Fakultas Kesehatan Masyarakat: Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari.
  9. Christi, H, Dina R. (2015). Faktor‐Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Yang Memiliki Status Gizi Normal. Jurnal kesehatan Masyarakat. Vol. April 3(2):107–117.
  10. Dwihayati, F. (2016). Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian ISPA Pada Balita Usia 24-59 Bulan Pengunjung UPT Puskesmas Dtp Palimanan Kabupaten Cirebon. Karya Tulis Ilmiah [Dipl thesis]. Jurusan Gizi: Poltekkes Kemenkes Bandung.
  11. Felita, Pamela, Hendrik K, Anna MD. (2018). Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di Puskesmas Kabupaten Kebon Jeruk Bulan Agustus 2016. Jurnal Kedokteran Meditek. Vol. Dec 12:24(25)1-6.
  12. Fibrila, F. (2015). Hubungan Usia Anak, Jenis Kelamin dan Berat Badan Lahir Anak dengan Kejadian ISPA. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. Vol. Dec:7(2.)8-13.
  13. Halim, Yunita, Wiyarni P. (2015). Hubungan Status Gizi Dengan Prevalensi Ispa Pada Anak Usia 6 – 24 Bulan Di Puskesmas Jakarta Barat. Tarumanagara Medical Journal. Vol. May:1(2)428-433.
  14. Harto, T. (2020). Hubungan Kondisi Ventilasi dan Kepadatan Hunian Terhadap Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraya Baturaja Timur. Jurnal Masker Medika. Vol. Jun 12:8(1)34-41. DOI: https://doi.org/10.52523/maskermedika.v8i1.371
  15. Herawati, C. (2018). Analisis Perilaku Merokok, Penggunaan Anti Nyamuk Bakar dan Penggunaan Bahan Bakar Memasak Dengan Kejadian ISPA Pada Bali. Jurnal Kesehatan. Vol:9(1)34-39. DOI: https://doi.org/10.38165/jk.v9i1.76
  16. Iskandar, Azri, Suganda T, Lelly Y. (2015). Hubungan Jenis Kelamin dan Usia Anak Satu Sampai Lima Tahun Dengan Kejadian ISPA. Global Medical And Health Communication. Vol:3(1)1-6. DOI: https://doi.org/10.29313/gmhc.v3i1.1538
  17. Jayanti, Dessy I, Taufik A, Destanul A. (2018). Pengaruh Lingkungan Rumah Terhadap ISPA Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Haloban Kabupaten Labuhan Batu. Jurnal Jumantik. Vol. Nov:3(2) 63-77.
  18. Kartini, Dian F, Andriati RH. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Posyandu Melati Desa Cibinong. Jurnal Persada Husada Indonesia. Vol. 6(23)42-49.
  19. Krismeandari, Dinaravony. (2015). Faktor Lingkungan Rumah dan Faktor Perilaku Penghuni Rumah Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Semarang. [Under Graduates thesis]. Universitas Negeri Semarang.
  20. Lubis, Ira PL, Agnes F. (2019). Hubungan Kondisi Fisik Rumah dan Keberadaan Perokok dengan Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di Desa Silo Bonto Kecamatan Silau Laut Kabupaten Asahan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. Vol. April 21:11(2) 92-98.
  21. Milo, Salma A. Yudi I, Vandri D K. (2015). Hubungan Kebiasaan Merokok Di Dalam Rumah dengan Kejadian ISPA pada Anak Usia 1-5 Tahun di Puskesmas Sario Kota Manado. Journal Of Molecular Structure. Vol. 1(2)285–288.
  22. Meitri, Putu UP, Putu SP, I Made A. (2018). Hubungan Jenis Kelamin, Status Gizi Dan Berat Badan Lahir Dengan Angka Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Banjarangkan II. Bali: Intisari Sains Medis. Vol. 9(3)135-139. DOI: https://doi.org/10.15562/ism.v9i3.216
  23. Riskesdas. (2018). Informasi Tentang Prevalensi Tertinggi Pada ISPA di Kota Banjarmasin. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
  24. WHO. (2018). Pneumonia. https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/pneumonia.