A review of application of natural products as fungicides for chili

Authors

  • Khoirul Ngibad Universitas Maarif Hayim Latif
  • Afidatul Muadifah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya putra Bangsa
  • Lailatul Jannah Triarini Universitas Maarif Hasyim Latif
  • Laily Rizki Amalia Universitas Maarif Hasyim Latif
  • Novita Karel Damayanti Universitas Maarif Hasyim Latif

DOI:

https://doi.org/10.33086/etm.v1i2.2022

Keywords:

chili anthracnose disease, in vitro test, in vivo test, natural fungicide

Abstract

Anthracnose disease in chillies is a serious problem for farmers. So far, synthetic fungicides have been used as solution for the treatment of this disease. However, the side effects of synthetic fungicides to  public health and environment raised awareness on  alternative fungicides derived from natural resources. This paper aims to review plants that  are  potential as an alternative to fungicides for chili plantation, fabrication of test solutions, in vitro and in vivo fungicide test. Many plants  were investigated as alternatives to plant-based fungicide. The utilization of leaves as samples including rhizomes, roots, tubers, weevils, seeds, fruit, flowers and  other parts of the plant. The extract fabrication method used as a fungicide test include: maceration method, gradual fractionation method, and decoction method. The maceration method is the method most widely used to extract fungicidal active compounds from plants. Some studies that carried out in vitro tests were unable to compare with synthetic fungicides so it was not possible to determine their effectiveness for plant-based fungicide for chillies when compared to synthetic fungicides. In vitro Extract of 80% alcohol and 10%/60% n-hexane of pacar cina (Aglaia odorata L.) leaves can be compared with the performance of propineb 0.2%. In addition, the 60% and 70% kirinyuh (Chromolaena odorata L.) leaf extracts were also able to match Acrobat 0.2% performance in vitro. Based on the in vivo test, suren (Toona sureni Merr) leaf extract and nut bulbs can be used as an alternative to vegetable / natural fungicides to help overcome the problem of anthracnose in chilies.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, M., Puspita, F., & Siburian, M. M. (2013). Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Terhadap Penyakit Antraknosa Yang Disebabkan Oleh Jamur Colletotrichum Capsici Pada Buah Cabai Merah Pascapanen. Jurnal Sagu, 11(2).

Ali, M., Venita, Y., & Rahman, B. (2012). Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta Indica A. Juss.) Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Yang Disebabkan Jamur Colletotrichum Capsisi Pada Buah Cabai Merah Pasca-Panen. Jurnal Sagu, 11(1).

Amelia, M., Marsuni, Y., & Budi, I. S. (2020). Pengaruh Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth.) Terhadap Cendawan Colletotrichum Sp. Pada Buah Cabai Rawit. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 3(1), 157–163.

Andreas, B., Ekowati, C. N., Yulianty, Y., & Irawan, B. (2018). Uji Efektifitas Ekstrak Tumbuhan Urang Aring (Eclipta Alba (L.) Hassk) Terhadap Pertumbuhan Jamur Colletotrichum Sp. Penyebab Penyakit Antraknosa. Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen Dan Keanekaragaman Hayati (J_Bekh), 5(1), 49–56.

Andriyani, F., Nurchayati, Y., & Haryanti, S. (2020). Pengaruh Ekstrak Daun Suren (Toona Sureni Merr.) Terhadap Produksi Buah Cabai Rawit Yang Diserang Penyakit Antraknosa. Niche Journal Of Tropical Biology, 3(2), 89–98.

Andriyani, F., & Purwantisari, S. (2019). Uji Potensi Ekstrak Daun Suren Dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Colletotrichum Capcisi Secara In Vitro. Jurnal Akademika Biologi, 8(1), 24–28.

Anggreini, S., Efri, E., & Nurdin, M. (2016). Pengaruh Tingkat Konsentrasi Fraksi Ekstrak Daun Mengkudu Dan Mimba Terhadap Pertumbuhan Dan Sporulasi Colletotrichum Capsici. Jurnal Agrotek Tropika, 4(1).

Anjani, A. G. (2018). Efektivitas Lama Penyimpanan Campuran Ekstrak Sirih Dan Tembakau Pada Colletotrichum Sp. Penyebab Antraknosa Cabai. Universitas Muhammdiyah Jember.

Arneti, A., & Sulyanti, E. (2017). Pengujian Ekstrak Sederhana Bagian Tumbuhan Cassia Alata Linnaeus Terhadap Colletotrichum Gloeosporioides Secara Invitro. Jpt: Jurnal Proteksi Tanaman (Journal Of Plant Protection), 1(2), 42–51.

Aziziy, M. H., Tobing, O. L., & Mulyaningsih, Y. (2020). Studi Serangan Antraknosa Pada Pertumbuhan Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Setelah Aplikasi Larutan Daun Mimba Dan Mol Bonggol Pisang. Jurnal Agronida, 6(1), 22–32.

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. (2019). Distribusi Perdagangan Komoditas Cabai Merah Indonesia 2019. Bps Ri/Bps-Statistics Indonesia.

Chatri, M., & Mansyurdin, A. B. P. (2015). Potensi Minyak Atsiri Hyptis Suaveolens (L.) Poit Dalam Menghambat Pertumbuhan Colletotrichum Gloeosporoides, Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Cabai. Semirata 2015, 4(1). 227-233.

Chávez-Quintal, P., González-Flores, T., Rodríguez-Buenfil, I., & Gallegos-Tintoré, S. (2011). Antifungal Activity In Ethanolic Extracts Of Carica Papaya L. Cv. Maradol Leaves And Seeds. Indian Journal Of Microbiology, 51(1), 54–60.

Damiri, N. (2011). Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Terhadap Infeksi Colletotrichum Capsici Pada Buah Cabai. Jurnal Dharmapala, 3(2), 54–59.

Darmadi, A. A. K., Suriani, N., Darmayasa, I. D. A. B. G., Bagus, I. D. A., Suaskara, M., Gari, N. I. M., & Fudholi, A. (2021). Cinnamon Leaf Extract To Control Anthracnose Disease On Chilli Plants In Bali: A Novel And New Potential. International Journal Of Pharmaceutical Research, 13(1).

Efri, E. (2010). Pengaruh Ekstrak Berbagai Bagian Tanaman Mengkudu (Morinda Citrifolia) Terhadap Perkembangan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabe (Capsicum Annuum L.). Jurnal Hama Dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 10(1), 52–58.

Efri, E., Aeny, T. N., Maryono, T., & Roanlddi, E. (2017). Pengaruh Fraksi Ekstrak Daun Pacar Cina (Aglaia Odorata L.) Terhadap Pertumbuhan Colletotrichum Capsici Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Cabai (Capsicum Annuum L.) Secara In Vitro. Jurnal Hama Dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 17(2), 179–184.

Elfina, Y., Ali, M., & Aryanti, L. (2015). Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Tepung Daun Sirih Hutan (Piper Aduncum L.) Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai Merah Pasca Panen. Jurnal Sagu, 14(2), 18–27.

Elfina, Y., Ali, M., & Tampubolon, M. C. (2016). Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Tepung Daun Serai Wangi (Cymbopogon Nardus L.) Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai Merah Pasca Panen. Jurnal Sagu, 15(1), 1–11.

Elfina, Y. E. (2015). Uji Beberapa Konsentrasi Ekstrak Tepung Daun Sirih Hutan (Piper Aduncum L.) Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai Merah Pasca Panen. Jurnal Sagu, 14(2), 18–27.

Esyanti, R. R., Farah, N., & Faiz, M. F. (2020). The Effect Of Synthetic Fungicide On Disease Severity And Plant Growth Of Chili Pepper (Capsicum Annuum L.) Infected With Phytophthora Capsici.

Eviyanti, A. (2018). Gel Fungisida Nabati Dari Ekstrak Akar Putri Malu Untuk Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Di Lahan Pasir Pantai Indonesia.

Eviyanti, A. (2020). The Implementation Of Mimosa Pudica Root Extract For Anthracnose Disease On Red Chili To Increase Productivity. Proceeding International Conference On Science And Engineering, 3, 31–33.

Gabriel, B., & Riyanto, P. (1989). Metarhizium Anisopliae (Metch) Sor: Taksonomi, Patologi, Produksi Dan Aplikasinya. Direktorat Perlindungan Tanaman Perkebunan, Departemen Pertanian. Jakarta.

Gao, Y.-Y., He, L.-F., Li, B.-X., Mu, W., Lin, J., & Liu, F. (2017). Sensitivity Of Colletotrichum Acutatum To Six Fungicides And Reduction In Incidence And Severity Of Chili Anthracnose Using Pyraclostrobin. Australasian Plant Pathology, 46(6), 521–528.

Gusmarini, M., Nurdin, M., & Akin, H. M. (2014). Pengaruh Beberapa Jenis Ekstrak Tumbuhan Terhadap Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.) Di Lapangan. Jurnal Agrotek Tropika, 2(2).

Harianto, R. (2018). Selektifitas Beberapa Fungisida Nabati Dalam Menghambat Penyakit Antraknosa (Collectroticum Capsici) Pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.) Skala Laboratorium.

Herlinda, S., Utama, M. D., Pujiastuti, Y., & Suwandi, S. (2006). Kerapatan Dan Viabilitas Spora Beauveria Bassiana (Bals.) Akibat Subkultur Dan Pengayaan Media, Serta Virulensinya Terhadap Larva Plutella Xylostella (Linn.). Jurnal Hama Dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 6(2), 70–78.

Indrawati, A. (2021). Test Kirinyuh Leaf Extract (Euphatorium Odoratum. L) As Biofungicides Against Antracnose Disease (Colletotrichum Capsici) On Chili Plants (Capsicum Annum L). Budapest International Research In Exact Sciences (Birex) Journal, 3(1), 54–67.

Isman Duila, M. (2017). Ekstrak Tembakau (Nicotiana Tabacum L.) Sebagai Fungisida Nabati Pada Antraknosa Cabai Merah Yang Disebabkan Jamur Colletotrichum Sp Secara In Vitro.

Juniar Dwi Cahya, A. (2019). Aplikasi Konsentrasi Dan Interval Penyemprotan Ekstrak Sirih (Piper Batle L.) Terhadap Penyakit Antraknosa Tanaman Cabai. Universitas Muhammadiyah Jember.

Lestari, W. D., Marsuni, Y., & Budi, I. S. (2020). Uji Penghambatan Konsentrasi Biji Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Terhadap Pertumbuhan Cendawan Colletotrichum Capsici Pada Buah Cabai. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 3(2), 209–214.

Liswarni, Y., & Edriwilya, R. (2020). Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya Secara Invitro Terhadap Colletotrichum Gloeosporioides Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai. Jpt: Jurnal Proteksi Tanaman (Journal Of Plant Protection), 4(1), 1–10.

Maimunah, M., Azwana, A., & Pandala, C. (2019). The Effectiveness Of Kenikir And Betel Leaves Extract As Bio Fungicide To The Causes Of Anthracnose Disease (Colletotrichum Capsici) On Chili Plants (Capsicum Annum L.) With In Vitro. Budapest International Research In Exact Sciences (Birex) Journal, 1(2), 29–36.

Marsuni, Y. (2020). Pencegahan Penyakit Antraknosa Pada Cabai Besar (Lokal: Lombok Ganal) Dengan Perlakuan Bibit Kombinasi Fungisida Nabati. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 5(2), 113–116.

Musakhan, P. R., & Zacharia, S. (2017). Effect Of Neem Based Plant Products And Plant Extracts Against Anthracnose Of Chilli (Capsicum Annuum L.). Journal Of Pharmacognosy And Phytochemistry, 6(5), 171–174.

Naznin, S., Khalequzzaman, K. M., & Khair, A. (2016). Effect Of New Fungicides In Controlling Anthracnose/Die Back Disease Of Chilli. Asian Journal Of Applied Science And Engineering, 5(2), 117–124.

Ngibad, K. (2019). Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Bunga Matahari (Helianthus Annuus) Dan Tanaman Anting-Anting (Acalypha Indica Linn) Sebagai Antimalaria Secara In vivo. Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal Of Pharmacy), 5(1), 12–19.

Ngibad, K. (2019). Phytochemical Screening Of Sunflower Leaf (Helianthus Annuus) And Anting-Anting (Acalypha Indica Linn) Plant Ethanol Extract. Borneo Journal Of Pharmacy, 2(1), 24–30.

Ningtyas, I. R., Efri, E., & Aeny, T. N. (2013). Pengaruh Berbagai Tingkat Fraksi Ekstrak Daun Sirih (Piper Betle L.) Dan Daun Babadotan (Ageratum Conyzoide) Terhadap Colletotrichum Capsici Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Cabai (Capsicum Annum L.) Secara In Vitro. Jurnal Agrotek Tropika, 1(3).

Novizan, I. (2002). Membuat Dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Nur Rohmah, W. (2017). Biorasional Ekstrak Sirih Dan Tembakau Sebagai Fungisida Nabati Pada Colletotrichum Sp Secara In Vitro. Universitas Muhammadiyah Jember.

Nurul, A., Gayuh, P. B., & Anis, S. (2020). Uji Daya Simpan Ekstrak Daun Dan Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Colletotrichum Capsici Asal Cabai Merah Secara In Vitro. Prosiding Semnas Pertanian 2020.

Oktarina, O., Tripama, B., & Rohmah, W. N. (2017). Daya Hambat Biorasionalekstrak Sirih Dan Tembakau Pada Colletotrichum Capsici Penyebab Penyakit Antraknosa Cabai. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal Of Agricultural Science), 15(2).

Piay, S. S., Tyasdjaja, A., Ermawati, Y., & Hantoro, F. R. P. (2010). Budidaya Dan Pascapanen Cabai Merah (Capsicum Annuum L.). Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.

Putra, M. S. (2017). Efektivitas Fraksi Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum Capsici) Pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.).

Rahman, M. S., Jahan, K., Islam, R., Sabuz, A. A., & Akanda, A. M. (2019). In-Vitro Evaluation Of Some Plant Extracts And Fungicides Against Colletotrichum Capsici Causing Anthracnose Of Chilli. Bangladesh Phytopathological Society. 35(1),

-8.

Sakerebau, D. R. M., & Wahyu, B. P. W. S. P. (2013). Minyak Nilam Sebagai Biofungisida Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Cabai. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 9(3), 84.

Saputri, D. D., & Utami, A. W. A. (2020). The Potency Of Purple Sweet Potato (Ipomoea Batatas) Leaf Extract As Biofungicide For Controlling Fusarium Rot On Chili. Journal Of Agriculture And Applied Biology, 1(1), 1–8.

Sari, A. R. K., Rahmah, F. A., & Djauhari, S. (2020a). Efektivitas Senyawa Nonatsiri Dari Curcuma Spp. Terhadap Penekanan Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai. Buletin Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat, 31(1), 21–30.

Sari, A. R. K., Rahmah, F. A., & Djauhari, S. (2020b). Effectiveness Of Nonessential Compounds From Curcuma Spp. On Reducing Anthracnose Disease Of Chilli Pepper Fruit. Buletin Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat, 31(1), 21–30.

Satryawibowo, M. W. (2015). Pengaruh Fraksi Ekstrak Daun Tagetes (Tagetes Erecta) Saliara (Lantana Camara) Dan Sirih Hijau (Piper Betle) Terhadap Pertumbuhan Dan Sporulasi Colletotrichum Capsici Secara In Vitro. Fakultas Pertanian.

Satryawibowo, M. W., Efri, E., & Aeny, T. N. (2015). Pengaruh Fraksi Ekstrak Daun Tagetes (Tagetes Erecta) Terhadap Pertumbuhan Dan Sporulasi Colletotrichum Capsici Secara In Vitro. Jurnal Agrotek Tropika, 3(2).

Septiana, W., Efri, E., & Aeny, T. N. (2013). Pengaruh Berbagai Tingkat Fraksi Ekstrak Buah Mengkudu (M. Citrifolia) Terhadap C. Capsici Pada Cabai (C. Annum L.) Secara In Vitro. Jurnal Agrotek Tropika, 1(2).

Septianing Ratri, E. (2017). Ekstrak Putri Malu (Mimosa Pudica L.) Sebagai Fungisida Nabati Pada Antraknosa Cabai Yang Disebabkan Jamur Colletotrichum Sp. Secara In Vitro. Universitas Muhammadiyah Jember.

Sholehah, D. N. (2012). Uji Aktivitas Minyak Camplong (Callophyllum Inophyllum) Terhadap Pertumbuhan Jamur Colletotrichum Sp. Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabe. Rekayasa, 5(1), 66–70.

Sihite, D. M., Nurdin, M., Dirmawati, S. R., & Akin, H. M. (2020). Uji Efektivitas Tepung Umbi Teki (Cyperus Rotundus L.) Dalam Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Dilapang. Jurnal Agrotek Tropika, 8(1), 11–17.

Sitompul, L. Y. (2017). Uji Efektivitas Beberapa Ekstrak Tanaman Terhadap Patogen Colletotrichum Capsici (Syd.) Ej Butler And Bisby Secara In vitroDan In vivo Pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annum L.).

Sittisart, P., Yossan, S., & Prasertsan, P. (2017). Antifungal Property Of Chili, Shallot And Garlic Extracts Against Pathogenic Fungi, Phomopsis Spp., Isolated From Infected Leaves Of Para Rubber (Hevea Brasiliensis Muell. Arg.). Agriculture And Natural Resources, 51(6), 485–491.

Subagyono, K., Sisca Piay, S., Tyasdjaja, A., Ermawati, Y., Rudi Prasetyo Hantoro, F., Prayudi, B., Jauhari, S., & Basuki, S. (2010). Budidaya Dan Pascapanen Cabai Merah (Capsicum Annuum L.). Bptp Jateng/Kan.

Sudirga, S. K. (2016). Isolasi Dan Identifikasi Jamur Colletotrichum Spp. Isolat Pcs Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai Besar (Capsicum Annuum L.) Di Bali. Metamorfosa: Journal Of Biological Sciences, 3(1), 23–30.

Sudirga, S. K. (2018). Efektivitas Ekstrak Daun Awar-Awar (Ficus Septica) Sebagai Fungisida Nabati Terhadap Penekanan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Besar. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi, 1(1), 369–374.

Sudirga, S. K., Ginantra, I. K., & Darmayasa, I. B. G. (2019). Antifungal Activity Of Leaf Extract Of Mansoa Alliacea Against Colletotrichum Acutatum The Cause Of Anthracnose Disease On Chili Pepper. Iop Conference Series: Earth And Environmental Science, 347(1), 12058.

Sudirga, S. K., Suprapta, D. N., Sudana, I. M., & Wirya, I. (2014). Antifungal Activity Of Leaf Extract Of Ficus Septica Against Colletotrichum Acutatum The Cause Of Anthracnose Disease On Chili Pepper. Journal Of Biology, Agriculture And Healtcare, 4(28).

Supriati, L., Oemar, O., & Anwar, M. (2016). Pemanfaatan Trichoderma Harzianum Dan Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia Alata L.) Untuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Usaha Tani Cabai Rawit Di Kelurahan Kalampangan. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Fak. Pertanian Universitas Palangkaraya.

Suwastini, M., Efri, E., Ivayani, I., & Suharjo, R. (2020). Evaluasi Efektivitas Fraksi Ekstrak Jarak Tintir Dan Tembelekanuntuk Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Cabai Merah. Jurnal Agrotek Tropika, 8(1), 19–26.

Suyanti, A. P., Mariana, M., & Rosa, H. O. (2020). Pengaruh Pemberian Beberapa Ekstrak Gulma Lahan Pasang Surut Dalam Menghambat Colletotrichum Sp Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai Rawit. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 3(2), 215–225.

Syabana, M. A., Saylendra, A., & Ramdhani, D. (2015). Aktivitas Anti Cendawan Ekstrak Daun Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus L.) Terhadap Colletotrichum Sp Penyebab Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai (Capsicum Annum L.) Secara In vitro Dan In vivo. Agrologia, 4(1).

Tobing, O. L., & Mulyaningsih, Y. (2020). The Reconditioning Growth And Production Of Chili Through The Banana Hump And Mimba Leaf Extract. Indonesian Journal Of Applied Research (Ijar), 1(3), 136–148.

Trisnawati, D., Nugroho, L. P. E., & T. (2019). Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Dan Metode Ekstraksinya Dalam Menghambat Penyakit Antraknosa Pada Cabai Pascapanen. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 15(6), 213–227.

Trisnawati, D., Pujantoro, L., Nugroho, E., & Tondok, E. T. (2019). Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Dan Metode Ekstraksinya Dalam Menghambat Penyakit Antraknosa Pada Cabai Pascapanen Extract Of Piper Betle As An Inhibitor Of Anthracnose Postharvest Disease On Chili Pepper. Fitopatologi Indonesia, 15(November), 213–227. Https://Doi.Org/10.14692/Jfi.15.6.

Wanda, T. S., Efri, E., Aeny, T. N., & Akin, H. M. (2014). Uji Keefektifan Ekstrak Daun Jarak Dan Daun Nimba Terhadap Intensitas Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.). Jurnal Agrotek Tropika, 2(3).

Warisno, S., & Dahana, K. (2018). Peluang Usaha Dan Budi Daya Cabai. Gramedia Pustaka Utama.

Wati, I. F., Efri, E., & Maryono, T. (2014). Keefektifan Ekstrak Daun Sirih Dan Daun Babadotan Mengendalikan Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai (Capsicum Annum L.). Jurnal Agrotek Tropika, 2(3).

Wibowo, C. H., Oktarina, E., Wardani, R. D., & Ngibad, K. (2019). The Potential Of Walnut Seeds (Canarium Indicum L.) In Repairing The Genotoxicity Effect Of Mercury On Mice Erythrocytes. Borneo Journal Of Pharmacy, 2(2), 48–54.

Wulandari, S., Aeny, T. N., & Efri, E. (2015). Pengaruh Fraksi Ekstrak Daun Babadotan (Ageratum Conyzoides) Terhadap Pertumbuhan Dan Sporulasi Colletotrichum Capsici Secara In Vitro. Jurnal Agrotek Tropika, 3(2).

Yulia, E., Muhadam, H. S., Widiantini, F., & Kurniawan, W. (2019). Perlakuan Benih Ekstrak Anredera Cordifolia Menekan Kejadian Penyakit Antraknosa Benih Cabai Terinfeksi Colletotrichum Acutatum. Agrikultura, 30(2), 75–82.

Zulkipli, S., Marsuni, Y., & Rosa, H. O. (2018). Uji Lapangan Beberapa Pestisida Nabati Untuk Menekan Perkembangan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Besar. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika, 1(2), 32–35.

Downloads

Published

2021-05-22

How to Cite

Ngibad, K., Muadifah, A. ., Jannah Triarini, L. ., Rizki Amalia, L. ., & Karel Damayanti, N. . (2021). A review of application of natural products as fungicides for chili. Environmental and Toxicology Management, 1(2), 9–22. https://doi.org/10.33086/etm.v1i2.2022