##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Agus Wahyudi Warsono .

Abstract

Guru dan siswa memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan. Hubungan antara keduanya terkadang berjalan dengan harmonis tetapi dalam kesempatan yang berbeda itu kontradiktif. Seringkali, guru melakukan hukuman fisik kepada siswa. Guru mengklaim bahwa hal tersebut dilakukan untuk menegakkan disiplin bagi siswa di sekolah. Makalah ini mengungkapkan bagaimana bentuk hukuman fisik yang dilakukan oleh guru kepada siswa dan niat guru dalam melakukan hukuman fisik kepada siswa, serta bagaimana legitimasi tindakan kekerasan tersebut dibangun. Penelitian ini dilakukan di SMP “X” Surabaya dengan menggunakan pendekatan fenomenologi oleh Alfred Schultz (1991). Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara.

Downloads

Download data is not yet available.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
Wahyudi, A., & ., W. (2018). CORPORAL PUNISHMENT: CASE STUDY ON THE LEGITIMACY OF CORPORAL PUNISHMENT IN JUNIOR HIGH SCHOOL “X” SURABAYA. Education and Human Development Journal, 3(2). https://doi.org/10.33086/ehdj.v3i2.53
Section
Articles

Agus Wahyudi

Warsono .